BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Landasan Teori
Tubuh manusia membutuhkan zat makanan dalam jumlah yang berbeda. Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien), yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Adapula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikronutrien), yaitu mineral dan vitamin.
Makronutrien yang dibutuhkan oleh manusia:
1. karbohidrat
Karbohidrat tersusun atas unsur – unsur C,H, dan O yang dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berdaun hijau. Golongan karbohidrat antara lain: gula, tepung, dan selulosa. Menurut ukuran molekul, karbohidrat dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut:
• Monosakarida merupakan karbohidrat yang tidak bisa dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi tersusun dari satu gugusan gula,rasanya manis dan cukup mudah larut dalam air.Misalnya glukosa, galaktosa, fruktosa, dan manosa.
• Disakarida merupakan karbohidratyang tersusun atas dua gugusan gula, rasanya manis dan cukup mudah larut dalam air. Misalnya maltosa (glukosa+glukosa), sukrosa (glukosa+fruktosa), laktosa (glukosa+galaktosa).
• Polisakarida merupakan karbohidrat yang tersusun atas banyak gugusan gula misalnya amilum, selulosa, glikogen, insulin, dekstrin, pektin, lignin, kitin.
Amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Amilum merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagaiproduk fotosintesis) dalam jangka panjang.
Glukosa adalah sumber energi utama bagi tubuh manusia yang menyediakan 4 kalori (17 kilo joule) per gram. Pemecahan karbohidrat menghasilkan monosakarida dan disakarida terutama glukosa melalui glikolisis. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Glukosa juga sangat penting dalam produksi protein dan metabolisme lipid.
1
Setiap molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim – enzim dan hormon tertentu.
Adapun fungsi karbohidrat adalah sebagai berikut :
1. Sebagai penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori)
2. Pembentuk senyawa senyawa organik yang lain seperti lemak dan protein
3. Menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh
4. Berperan dalam proses metabolisme tubuh
5. Sebagai sumber energi
6. Sebagai pembentuk struktur sel
7. Selulosa dapat membantu proses pencernaan
8. Laktosa dapat membantu proses penyerapan kalsium dalam makanan
( Sumber: Siti Nur Rokhmah,dkk. Biologi kelas XI )
2. Protein
Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsur - unsur C, H, O dan terkadang terdapat unsur P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dasar. Sewaktu proses pencernaan berjalan, protein di dalam tubuh diubah menjadi molekul sederhana yang disebut asam amino.
Ada beberapa asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh kita, sehingga harus didapat dari makanan kita sehari – hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang berjumlah 8, yaitu: lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilanin, dan triptofan. Asam amino esensial tersebut sangat berperan dalam pertumbuhan dan perlindungan tubuh.
Adapun asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh disebut asam amino non esensial, yaitu: alanin, sistein, glisin, tirosin, prolin, dan sebagainya. Protein dicerna secara kimia menjadi asam amino yang kemudian diserap pada dinding – dinding halus. Asam amino tersebut masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju sel –sel tubuh.
2
Fungsi protein, yaitu:
1. Penghasil energi (1 gram = 4,1 kalori)
2. Pembangun jaringan – jaringan baru dan mengganti yang rusak
3. Untuk membantu pertumbuhan tubuh
4. Sebagai sistem buffer, artinya dapat menjaga keseimbangan asam dan basa
5. Mensintesis zat penting dalam tubuh seperti, enzim, hormon, dan antibodi dalam tubuh
6. Penetralan ( detoksifikasi ) racun dalam tubuh
( Sumber : Siti Nur Rokhmah,dkk.Biologi kelas XI )
Untuk mengetahui kandungan zat nutrien yang terdapat dalam bahan makanan dapat digunakan indikator uji makanan yang biasa dikenal dengan istilah reagen. Beberapa reagen yang banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrien dalam makanan adalah:
1. Lugol
Lugol yodium juga dikenal sebagai solusi lugol. Lugol sering digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan, untuk desinfeksi darurat air minum, dan sebagai reagen untuk deteksi amilum di labolatorium rutin dan tes medis. Telah digunakan kurang lebih untuk mengisi kekurangan yodium namun, iodida kalium murni mengandung ion iodida relatif jinak tanpa unsur yodium lebih toksit, lebih disukai dengan tujuan ini. Lugol mengubah warna zat makanan menjadi biru kehitaman.
2. Biuret
Uji biuret sebuah uji kimia untuk protein dan polipeptida. Hal ini didasarkan pada pereaksi biuret yang mengubah larutan biru menjadi ungu pada kontak dengan protein, atau zat – zat dengan ikatan peptida. Uji dan reagen tidak benar – benar mengandung biuret, mereka dinamakan demikian karena baik biuret maupun protein memiliki respon yang sama untuk menguji.
3
3. Benedict
Ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa, dimana glukosa memiliki elektron untuk diberikan, tembaga(salah satu kandungan direagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna merah bata.
( Sumber : Google )
I.2 Manfaat
Mengetahui isi kandungan yang terdapat pada bahan makanan seperti karbohidrat (amilum dan glukosa), dan protein.
I.3 Tujuan
• Mengetahui kandungan glukosa dan amilum pada makanan
• Mengetahui kandungan protein dalam makanan
I.4 Alat dan Bahan
Alat:
Tabung reaksi
Rak tabung
Gelas kimia
Pipet tetes
Penjepit tabung reaksi
Lumpang porselen dan penumbuknya
Korek api
Pembakar spiritus
Plat tetes
4
Bahan:
Beberapa sample makanan seperti kentang, roti, tempe, tahu, telur, kacang, dan pisang
Reagen seperti lugol, Biuret, benedict.
Kertas label
I.5 Cara Kerja
1. Menyiapkan 7 buah tabung reaksi pada rak tabung reaksi dan memberi label dengan nama bahan – bahan makanan.
2. Menumbuk dengan lumpang porselen bahan – bahan seperi tahu, tempe, kentang, roti, pisang. Setelah itu memasukan bahan – bahan tadi kedalam tabung reaksi sesuai pada tabung yang telah diberi nama.
3. Meneteskan larutan zat makanan yang sudah ditumbuk kedalam plat tetes.
4. Meneteskan cairan lugol kedalam plat tetes yang sudah diisi zat makanan. Mengamati perubahan warna yang terjadi!
5. Membersihkan plat tetes yang sudah digunakan, lalu Melakukan percobaan 3 dengan meneteskan larutan biuret. Mengamati perubahan warna yang terjadi!
6. Meneteskan larutan benedict kedalam tabung yang berisi masing – masing bahan makanan lalu menjepit tabung dengan penjepit tabung reaksi dan memanaskan tabung reaksi diatas nyala api spiritus. Mengamati perubahan warna yang terjadi!
5
BAB II
ISI
II.1 Hasil Peneitian
No. Bahan Makanan Warna Hasil percobaan Kesimpulan
Lugol Biuret Glukosa
1. Kentang Biru Kehitaman Coklat Merah Bata Karbohidrat
2. Roti Biru kehitaman Kuning Kuning Karbohidrat
3. Tempe Kuning Kecoklatan Ungu Kuning Protein
4. Tahu Kuning Kecoklatan Ungu Kuning Protein
5. Telur Coklat Ungu Cokelat Protein
6. Kacang Coklat Ungu Biru Tua Protein
7. Pisang Biru Kehitaman Biru Merah Bata Karbohidrat
II.2 Pembahasan Masalah
Menurut praktikum yang kami lakukan kentang mengandung amilum dan glukosa ( karbohidrat ), hal itu ditandai oleh perubahan warna pada uji lugol ( biru kehitaman ) dan glukosa ( merah bata ). Sementara itu ahli gizi di National Institutes of Health mengatakan bahwa kentang mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, vitamin B6, vitamin A, vitamin E, vitamin K, Beta-karoten, asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh dan beberapa mineral. ( Sumber : http://blogging.co.id/kandungan-gizi-kentang )
Menurut praktikum yang kami lakukan roti mengandung amilum ( karbohidrat ), hal itu berdasarkan perubahan warna uji lugol menjadi biru kehitaman. Sementara itu Dr. Ir. Nur Andarwulan, M.Si. seorang ahli gizi dan dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian ITB mengatakan bahwa roti mengandung energi,
6
protein, karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin B1.
( Sumber : http://www.isi-kandungan-gizi-roti )
Menurut praktikum yang kami lakukan tempe mengandung protein, hal itu berdasarkan perubahan warna pada uji biuret menjadi ungu. Pada tahun 1895, Prisen Geerlings seorang Ahli Kimia dan Mikrobiologi dari Belanda melakukan penelitian terhadap gizi yang terkandung dalam tempe. Menurut penelitiannya kandungan protein pada tempe lebih besar dari pada kandungan protein pada daging sapi. Selain itu tempe juga mengandung karbohidrat, lemak, kalsium, zat besi, dan vitamin B12.
( Sumber : http://id.m.wikipedia.org/wiki/tempe )
Menurut praktikum yang kami lakukan tahu mengandung protein, hal itu berdasarkan perubahan warna pada uji biuret menjadi ungu. Tahu ditemukan oleh Lord Liu An dari Huai-nan pada tahun 164 SM. Liu An adalah Ilmuwan dan Philosopher, Penguasa dan Ahli Politik. Ia tertarik pada Ilmu Kimia dan Meditasi Tadiom. Liu An melakukan pengenalan penelitian makanan non daging melalui tahu. Menurut Liu An tahu mempunyai mutu protein nabati terbaik karena mempunyai komposisi asam amino paling lengkap dan dapat memenuhi 18% kebutuhan tubuh akan protein. Pada tahu terdapat berbagai macam kandungan gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, kalori, mineral, fosfor, vitamin B-kompleks seperti thiamin, riboflarin, vitamin E, vitamin B12, kalium, kalsium dan paling penting mengandung sekitar 80% asam lemak tak jenuh. ( Sumber : http://narcicu.blogspot.com )
Menurut praktikum yang kami lakukan telur mengandung protein, hal itu berdasarkan perubahan warna pada uji biuretv menjadi ungu. Sementara itu Prof. Poorwo Soedarmo seorang ahli gizi dan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa telur mengandung beberapa vitamin seperti vitamin B2, vitamin B12, vitamin A, vitamin D, dan vitamin E. Telur juga mengandung beberapa mineral esensial dan protein rendah kalori.
( Sumber : http://id.m.wikipedia .org/poorwo_soedarmo )
7
Menurut praktikum yang kami lakukan kacang mengandung protein, hal itu berdasarkan perubahan warna uji biuret menjadi ungu. Sementara itu Dr. Richard Maltes seorang guru besar Ilmu gizi di Perdue university mengatakan bahwa kacang kaya akan lemak, protein yang tinggi, serat, zat besi, kalsium, fosfor, lesitin, kolin, vitamin E, vitamin A, dan vitamin B-kompleks. Kandungan protein dalam kacang jauh lebih tinggi dari daging, telur, dan kacang soya. ( Sumber : http://hidup-sehat/manfaat-kacang-baik-untuk-kesehatan )
Menurut praktikum yang kami lakukan pisang mengandung amilum dan glukosa, hal itu berdasarkan perubahan pada uji lugol ( biru kehitaman ) dan pada uji glukosa ( merah bata ). Sementara itu menurut ahli gizi terkemuka di Australia, Glenn Cradwell, pisang mengandung karbohidart, protein, lemak, selulosa, pati, gula, asam tanin, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, vitamin Z, kalsium, fosfor, zat besi, sodium, kalium, magnesium, dan seng. ( Sumber : http://Permathic.blogspots.com )
8
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dari hasil uji coba makanan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa:
1) Makanan yang mengandung karbohidrat,yaitu pisang, roti, kentang.
2) Makanan yang mengandung glukosa,yaitu pisang, roti, kentang.
3) Makanan yang mengandung protein,yaitu tempe, tahu, telur, kacang.
4) Uji Biuret untuk menguji protein, jika positif berwarna ungu. Uji Benedict untuk menguji glukosa, jika positif berwarna merah bata. Uji Lugol untuk menguji amilum, jika positif berwarna biru kehitaman.
2. Saran
Agar tidak terjadi perbedaan antara teori singkat dengan hasil percobaan, kami menyarankan agar :
1) Memastikan alat – alat praktikum harus steril agar zat praktikum satu dengan yang lainnya tidak tercampur sehingga hasil praktikum menjadi objektif.
2) Pastikan reagen yang anda pakai sesuai dengan uji praktikum yang akan dilakukan.
3) Pastikan warna hasil praktikum sesuai dengan warna masing-masing reagen.
4) Catat dan amati dengan teliti hasil praktikum yang telah dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar